Model Pembelajaran Melalui Media
Elektronik
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa media
elektronik (electronic media) merupakan sebuah
media yang menyampaikan sesuatu dalam bentuk elektronik.
Fungsi Pembelajaran Elektronik
Menurut Siahaan (2002) setidaknya
ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam
kelas , yaitu sebagai berikut:
a.
sebagai suplemen pembelajaran yang sifatnya
pilihan/opsional.
b.
sebagai perlengkapan (komplemen) pembelajaran.
c.
sebagai pengganti (substitusi) pembelajaran
Manfaat
Pembelajaran Elektronik (E-learning)
Secara
lebih rinci, manfaat E-learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu dari
sudut siswa sebagai peserta didik dan guru :
1.
Dari Sudut
Siswa sebagai Peserta Didik
Dengan kegiatan E-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas
belajar yang tinggi. Artinya,
peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat.
Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan
penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
2.
Dari Sudut
Guru
Dengan adanya kegiatan E-Learning beberapa manfaat yang diperoleh
guru/instruktur antara lain adalah bahwa guru/ instruktur dapat:
a.
lebih mudah
melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai
dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
b.
mengembangkan
diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang
yang dimiliki relatif lebih banyak
c.
mengontrol
kegiatan belajar peserta didik. Bahkan guru/instruktur juga dapat mengetahui
kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu
topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang
d.
mengecek
apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari
topik tertentu, dan
e.
memeriksa
jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.
Hal-hal
penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik yaitu:
a.
kegiatan
pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan internet
b.
tersedianya
dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya
CD-ROM, atau bahan cetak, dan
c.
tersedianya
dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami
kesulitan.
Kelemahan pembelajaran elektronik
Menurut Wildavsky, (2001) kelemahan
utama pembelajaran e-learning adalah sebagai berikut:
a.
Frekuensi kontak secara langsung antar sesame siswa
sengan narasumber sangat minim.
b.
Peluang siswa untuk bersosialisasi dengan siswa lain
sangat terbatas.
Jenis-jenis
media elektronik:
a.
media
auditif
b.
media
visual
c.
media
audiovisual
d.
Overhead Projector (OHP)
OHP merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk
memproyeksikan objek melalui bahan transparan dengan bening ke suatu permukaan
layar atau dinding.
1. OHP Tanpa
Kombinasi dengan Alat Lain
Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin
berkembangnya teknologi, OHP dengan tipe tertentu dapat dikombinasikan dengan
alat lain sehingga dapat Ydigunakan untuk memproyeksikan tidak hanya
transparansi, tetapi juga dapat digunakan untuk memproyeksikan bahan cetakan,
objek tiga dimensi, dan tampilan komputer.
OHP yang sederhana misalnya merk Cabin, telah
dilengkapi dengan komponen dan spesifikasi, seperti lampu proyektor dengan daya
listrik kurang lebih 500 watt serta sumber tegangan 110 V atau 220 V. Dengan
menggunakan daya listrik yang semakin besar, maka suatu OHP akan memberikan
kemampuan yang lebih jelas dalam memproyeksikan gambar pada dinding atau layar
tanpa harus mematika n lampu dalam suatu ruangan.
2. Kombinasi
OHP dengan Efek Zoom
Alat ini dikenal sebagai Zoom Overhead Projector,
yaitu suatu OHP yang di dalamnya dilengkapi dengan lensa zoom. Lensa ini
memiliki kemampuan untuk memperbesar gambar proyeksi sampai 1,6 kali dari
ukuran lensa standar. Cara kerja OHP ini adalah gambar pada dinding atau
dinding OHP ini pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan OHP sebelumnya,
tetapi dalam tampilannya dilengkapi dengan beberpa panel, yaitu proyektor,
miror, bor magnet, pen tray, lensa zoom, dan sebagainya.
3. Kombinasi
OHP dengan ATF
Automatic Transparancy Feeder (ATF) merupakan suatu
alat yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mengeluarkan transparansi yang
akan ditampilkan melalui OHP. Alat ini dilengkapi dengan Transparancy Tray,
Infrared Sensor, Infrared Remote, Easy Attachment, dan Anti-Static Strip.Cara
menggunakannya adalah dengan meletakkan alat tersebut tepat di atas landasan
kaca OHP, setelah itu kita memfungsikan panel-panel yang ada pada OHP dan ATF.
4. Kombinasi
OHP dengan CPP (Viewer)
Computer Proyektor Panel (CPP) atau yang biasa disebut
Viewer dibuat dari lampu Liquid Crystal Display (LCD) yang mempunyai kemampuan
menghasilkan gambar yang memiliki kekontrasan yang tinggi dan menakjubkan
ketika diproyeksikan. Alat ini hanya dapat digunakan di lingkungan temperatur
yang terbatas, yaitu sekitar 45oC sehingga alat ini jangan digunakan
pada OHP yang landasan kacanga memiliki suhu l;ebih dari 45oC.
Selain itu, alat ini juga tidak boleh digunakan pada ruangan yang terlalu
terang.
Dalam penggunaannya, CPP harus diletakkan tepat di
atas landasan kaca OHP. Dengan demikian, CPP akan menampilkan gambar tampilan
komputer yang cukup besar pada layar dengan menggunakan OHP sebagai sumber
cahaya. Alat ini telah dilengkapi dengan panel, bantuan remote control, baterai
remote control, kabel sinyal RGB 15 pin dan 9 pin, AC adaptor dan petunjuk
mengoperasikannya.
e. Program Slide
Instruksional
Bentuk slide berhubungan dengan fil fotografi
yang memiliki format kecil dan dikenal sebagai film positif. Untuk penayangan
satu buah slide dibutuhkan satu kali proyeksi.
Ukuran film slide yang standar adalah 35 mm,
tetapi untuk ukuran slide yang dibingkai artinya slide yang sudah
siap ditayangkan yang standar adalah 5 cm x 5 cm. Hal ini diukur dari dimensi
luar.
Slide yang standar dapat disusun dan
diatur kembali dalam berbagai variasi urutan sehingga lebih fleksibel
dibandingkan dengan film strip. Dalam pemakaian secara wajar, proyektor slide
membutuhkan sedikit perhatian khusus, khususnya dalam pemeliharaan terhadap elemen
muka dari lensa proyeksi. Sedangkan dari segi penyajiannya, yang perlu
diperhatikan adalah masih tetap bingkai slide yang akan ditayangkan,
karena kebiasaan kemacetan yang terjadi adalah akibat adanya dari bingkai slide
yang sudah rusak.
Karena slide tidak seperti film strip yang
tersusun dalam unit secara tunggal maka slide dapat dengan mudah menjadi
tidak teratur tempat atau urutannya. Misalnya, slide yang tidak ditutup
dengan penutup gelas maka slideakan mudah kotor, baik karena kena debu
ataupun jari tangan. Ditinjau dari segi biaya pembuatan maka slide
membutuhkan biaya per framenya 2 sampai 3 kali dari biaya per frame dalam film
strip.
f. Program Film
Strip
Film strip adalah satu rol positif 35 mm yang berisi
sederetan gambar yang saling berhubungan dengan sekali proyeksi untuk satu
gabar. Berdasarkan lebar frame, film strip dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu film strip tunggal dan film strip double. Dalam format frame tunggal,
bayangan atau gambar dicetak tegak lurus terhadap panjang film, sedangkan
format frame double bayangan atau gambar dicetak paralel terhadap panjang film.
Oleh karena itu, luas format double 2 kali luas format frame tunggal.
Secara komersil produk film strip berisi antara 20
sampai 60 gambar atau frame satu rolnya, sampai sekitar 1960 film strip belum
dilengkapi peralatan audio. Pada saat itu, informasi narasi dicetak pada bagian
bawah frame. Sesuai dengan perkembangan teknologi, narasi, musik, efek suara,
atau yang lain adalah direkam, yang kemudian ditampilkan bersama secara
terpisah dengan proyektor film strip.
Film strip memiliki kelebihan karena disusun secara
kompak, mudah dikendalikan, dan biayanya relatif rendah.Selain dengan mudah
dipasang pada proyektor yang sederhana, film strip juga mudah dikontrol oleh
penggunanya.Menurut kapasitasnya, film strip secara khusus lebih tepat untuk
belajar independen atau mandiri.
Karena dalam penayangannya melalui proyektor, maka
film strip ditarik roda bergigi sehingga jika terjadi kerusakan salah satu film
saja, akan sukar untuk diperbaiki. Hal ini hanya mungkin dilakukan dengan cara
memotong frame itu, untuk digunakan sebagai slide.
g. Film
Film merupakan gambar hidup yang diambil dengan
mengguanakan kamera film dan ditampilkan melalui proyektor film.Dibandingkan
dengan film strip, film bergerk dengan cepat sehingga tampilannya kontinu atau
ajeg. Objek yang ditampilkan akan lebih alamiah, artinya sesuai dengan kondisi
yang sebenarnya. Terlebih lagi film yang diunakan adalah film berwarna.Pada
umumnya film digunakan untuk menyajikan hiburan.Tetapi, dalam perkembangannya
film dapat menyajikan informasi lain, khususnya informasi yang berkaitan dengan
konsep pembelajaran keterampilan dan sikap.
Kelebihan fim antara lain dapat menggantikan alam
sekitar, menyajikan objek yang tidak dapat dilihat, menggambarkan suatu proses
secara tepat, menanamkan sikap, dapat diulang, dapat memperpendek waktu
tampilan, dan sebagainya.
h. Video
Compact Disk
VCD memiliki fungsi yang sama dengan LCD maupun Video
Cassette.Perbedaan antara VCD, LCD, dan Video Cassette terletak pada
perangkat lunaknya.VCD menggunakan piringan yang memilki diameter lebih kecil
dibandingkan dengan LCD, sehingga VCD praktis dan lebih ekonomis daripada LCD
sehingga dapat digunakan dalam komputer yang memiliki CDROM.Pada Video
Cassette perangkat lunaknya menggunakan pita cassette sehingga sesuai
perkembangan teknologi elektronika.
Untuk menayangkan program VCD instruksional dibutuhkan
beberapa perlengkapan, seperti kabel penghubung video dan audio, remote
control, dan kabel penghubung RF dan TV.
i.
TV Instruksional
Berdasarkan kegunaannya, program pembelajaran melalui
televisi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu berfungsi sebagai media
pelengkap dan sebagai media pengayaan. Sedangkan berdasarkan penyajiaannya,
juga terdapat beberapa model, diantaranya:
1.
Model penyajian yang hanya
memindahkan proses pembelajaran tatap muka di
kelas atau laboratorium ke dalam program TV.
2.
Model penyajian yang digunakan untuk
melengkapi suatu kegiatan proses pembelajaran di kelas. Model penyajian ini diperlukan
karena kegiatan ini tidak mungkin dilakukan di dalam kelas. Selain itu, jika
dilakukan di kelas akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi, waktu yang lama,
serta beresiko timbulnya bahaya yang tidak diinginkan.
3.
Model penyajian yang digunakan untuk
pengayaan. Model ini biasanya tidak berkaitan secara langsung dengan silabus
atau kurikulum, tetapi diharapkan materi penayaan ini mempunyai kaitan deangan
suatu materi yang adadalam kurikulum, misalnya hasil IPTEK yang perlu diketahui
dan dibutuhkan masyarakat.
4.
Model penyajian yang digunakan untuk
melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh secara interaktif. Model ini
membutuhkan biaya yang jauh lebih besar daripada ketiga model sebelumnya,
karena dalam model ini antara peserta didik dan guru atau tutor dapat berdialog
langsung untuk menanyakan masalah-masalah yang belum jelas tentang materi yang
disajikan dalam program TV instruksional tersebut.
j.
Internet
Media ini memberikan perubahan yang besar pada cara
orang berinteraksi, bereksperimen, dan berkomunikasi. Berdasarkan karakteristik
tersebu, internet sangat cocok untuk kelas jarak jauh, dimana siswa dan guru
masing-masing berada di tempat berbeda, tetapi tetap dapat berkomunikasi dan
berinteraksi seperti layaknya di kelas.
Untuk
mengoperasikannya dibutuhkan komputer, modem, Internet Service Provider
(ISP) dan saluran telepon. Dalam proses pembelajaran komputer, internet dapat
berperan sebagai manajer dalam pembelajaran atau “computer manage instruction”
(CMI) dan dapat pula berperan sebagai alat bantu tambahan dalam belajar atau Computer
Assisted Instruction (CAI).
keren, menambah wawasan. terima kasih;)
BalasHapusiya makasih, alhamdulillah sist:)
Hapus