Minggu, 25 Mei 2014

TASK 4 ( Model Pembelajaran Melalui Media Elektronik)



Model Pembelajaran Melalui Media Elektronik
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa media elektronik (electronic media) merupakan sebuah media yang menyampaikan sesuatu dalam bentuk elektronik.

Fungsi Pembelajaran Elektronik
Menurut Siahaan (2002) setidaknya ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas , yaitu  sebagai berikut:
a.       sebagai suplemen pembelajaran yang sifatnya pilihan/opsional.
b.      sebagai perlengkapan (komplemen) pembelajaran.
c.       sebagai pengganti (substitusi) pembelajaran

Manfaat Pembelajaran Elektronik (E-learning)
Secara lebih rinci, manfaat E-learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu dari sudut siswa sebagai peserta didik dan guru :
1.      Dari Sudut Siswa sebagai Peserta Didik
Dengan kegiatan E-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
2.      Dari Sudut Guru
Dengan adanya kegiatan E-Learning beberapa manfaat yang diperoleh guru/instruktur antara lain adalah bahwa guru/ instruktur dapat:
a.         lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
b.        mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak
c.         mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan guru/instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang
d.        mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan
e.         memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.
Hal-hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik yaitu:
a.       kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan internet
b.      tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM, atau bahan cetak, dan
c.       tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.

Kelemahan pembelajaran elektronik
Menurut Wildavsky, (2001) kelemahan utama pembelajaran e-learning adalah sebagai berikut:
a.       Frekuensi kontak secara langsung antar sesame siswa sengan narasumber  sangat minim.
b.      Peluang siswa untuk bersosialisasi dengan siswa lain sangat terbatas.

Jenis-jenis media elektronik:
a.      media auditif
b.      media visual
c.       media audiovisual
d.      Overhead Projector (OHP)
OHP merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memproyeksikan objek melalui bahan transparan dengan bening ke suatu permukaan layar atau dinding.
1.      OHP Tanpa Kombinasi dengan Alat Lain
Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin berkembangnya teknologi, OHP dengan tipe tertentu dapat dikombinasikan dengan alat lain sehingga dapat Ydigunakan untuk memproyeksikan tidak hanya transparansi, tetapi juga dapat digunakan untuk memproyeksikan bahan cetakan, objek tiga dimensi, dan tampilan komputer.
OHP yang sederhana misalnya merk Cabin, telah dilengkapi dengan komponen dan spesifikasi, seperti lampu proyektor dengan daya listrik kurang lebih 500 watt serta sumber tegangan 110 V atau 220 V. Dengan menggunakan daya listrik yang semakin besar, maka suatu OHP akan memberikan kemampuan yang lebih jelas dalam memproyeksikan gambar pada dinding atau layar tanpa harus mematika n lampu dalam suatu ruangan.
2.      Kombinasi OHP dengan Efek Zoom
Alat ini dikenal sebagai Zoom Overhead Projector, yaitu suatu OHP yang di dalamnya dilengkapi dengan lensa zoom. Lensa ini memiliki kemampuan untuk memperbesar gambar proyeksi sampai 1,6 kali dari ukuran lensa standar. Cara kerja OHP ini adalah gambar pada dinding atau dinding OHP ini pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan OHP sebelumnya, tetapi dalam tampilannya dilengkapi dengan beberpa panel, yaitu proyektor, miror, bor magnet, pen tray, lensa zoom, dan sebagainya.
3.      Kombinasi OHP dengan ATF
Automatic Transparancy Feeder (ATF) merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mengeluarkan transparansi yang akan ditampilkan melalui OHP. Alat ini dilengkapi dengan Transparancy Tray, Infrared Sensor, Infrared Remote, Easy Attachment, dan Anti-Static Strip.Cara menggunakannya adalah dengan meletakkan alat tersebut tepat di atas landasan kaca OHP, setelah itu kita memfungsikan panel-panel yang ada pada OHP dan ATF.
4.      Kombinasi OHP dengan CPP (Viewer)
Computer Proyektor Panel (CPP) atau yang biasa disebut Viewer dibuat dari lampu Liquid Crystal Display (LCD) yang mempunyai kemampuan menghasilkan gambar  yang memiliki kekontrasan yang tinggi dan menakjubkan ketika diproyeksikan. Alat ini hanya dapat digunakan di lingkungan temperatur yang terbatas, yaitu sekitar 45oC sehingga alat ini jangan digunakan pada OHP yang landasan kacanga memiliki suhu l;ebih dari 45oC. Selain itu, alat ini juga tidak boleh digunakan pada ruangan yang terlalu terang.
Dalam penggunaannya, CPP harus diletakkan tepat di atas landasan kaca OHP. Dengan demikian, CPP akan menampilkan gambar tampilan komputer yang cukup besar pada layar dengan menggunakan OHP sebagai sumber cahaya. Alat ini telah dilengkapi dengan panel, bantuan remote control, baterai remote control, kabel sinyal RGB 15 pin dan 9 pin, AC adaptor dan petunjuk mengoperasikannya.
e.       Program Slide Instruksional
Bentuk slide berhubungan dengan fil fotografi yang memiliki format kecil dan dikenal sebagai film positif. Untuk penayangan satu buah slide dibutuhkan satu kali proyeksi.
Ukuran film slide yang standar adalah 35 mm, tetapi untuk ukuran slide yang dibingkai artinya slide yang sudah siap ditayangkan yang standar adalah 5 cm x 5 cm. Hal ini diukur dari dimensi luar.
Slide yang standar dapat disusun dan diatur kembali dalam berbagai variasi urutan sehingga lebih fleksibel dibandingkan dengan film strip. Dalam pemakaian secara wajar, proyektor slide membutuhkan sedikit perhatian khusus, khususnya dalam pemeliharaan terhadap elemen muka dari lensa proyeksi. Sedangkan dari segi penyajiannya, yang perlu diperhatikan adalah masih tetap bingkai slide yang akan ditayangkan, karena kebiasaan kemacetan yang terjadi adalah akibat adanya dari bingkai slide yang sudah rusak.
Karena slide tidak seperti film strip yang tersusun dalam unit secara tunggal maka slide dapat dengan mudah menjadi tidak teratur tempat atau urutannya. Misalnya, slide yang tidak ditutup dengan penutup gelas maka slideakan mudah kotor, baik karena kena debu ataupun jari tangan. Ditinjau dari segi biaya pembuatan maka slide membutuhkan biaya per framenya 2 sampai 3 kali dari biaya per frame dalam film strip.
f.       Program Film Strip
Film strip adalah satu rol positif 35 mm yang berisi sederetan gambar yang saling berhubungan dengan sekali proyeksi untuk satu gabar. Berdasarkan lebar frame, film strip dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu film strip tunggal dan film strip double. Dalam format frame tunggal, bayangan atau gambar dicetak tegak lurus terhadap panjang film, sedangkan format frame double bayangan atau gambar dicetak paralel terhadap panjang film. Oleh karena itu, luas format double 2 kali luas format frame tunggal.
Secara komersil produk film strip berisi antara 20 sampai 60 gambar atau frame satu rolnya, sampai sekitar 1960 film strip belum dilengkapi peralatan audio. Pada saat itu, informasi narasi dicetak pada bagian bawah frame. Sesuai dengan perkembangan teknologi, narasi, musik, efek suara, atau yang lain adalah direkam, yang kemudian ditampilkan bersama secara terpisah dengan proyektor film strip.
Film strip memiliki kelebihan karena disusun secara kompak, mudah dikendalikan, dan biayanya relatif rendah.Selain dengan mudah dipasang pada proyektor yang sederhana, film strip juga mudah dikontrol oleh penggunanya.Menurut kapasitasnya, film strip secara khusus lebih tepat untuk belajar independen atau mandiri.
Karena dalam penayangannya melalui proyektor, maka film strip ditarik roda bergigi sehingga jika terjadi kerusakan salah satu film saja, akan sukar untuk diperbaiki. Hal ini hanya mungkin dilakukan dengan cara memotong frame itu, untuk digunakan sebagai slide.
g.      Film
Film merupakan gambar hidup yang diambil dengan mengguanakan kamera film dan ditampilkan melalui proyektor film.Dibandingkan dengan film strip, film bergerk dengan cepat sehingga tampilannya kontinu atau ajeg. Objek yang ditampilkan akan lebih alamiah, artinya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Terlebih lagi film yang diunakan adalah film berwarna.Pada umumnya film digunakan untuk menyajikan hiburan.Tetapi, dalam perkembangannya film dapat menyajikan informasi lain, khususnya informasi yang berkaitan dengan konsep pembelajaran keterampilan dan sikap.
Kelebihan fim antara lain dapat menggantikan alam sekitar, menyajikan objek yang tidak dapat dilihat, menggambarkan suatu proses secara tepat, menanamkan sikap, dapat diulang, dapat memperpendek waktu tampilan, dan sebagainya.
h.      Video Compact Disk
VCD memiliki fungsi yang sama dengan LCD maupun Video Cassette.Perbedaan antara VCD, LCD, dan Video Cassette terletak pada perangkat lunaknya.VCD menggunakan piringan yang memilki diameter lebih kecil dibandingkan dengan LCD, sehingga VCD praktis dan lebih ekonomis daripada LCD sehingga dapat digunakan dalam komputer yang memiliki CDROM.Pada Video Cassette perangkat lunaknya menggunakan pita cassette sehingga sesuai perkembangan teknologi elektronika.
Untuk menayangkan program VCD instruksional dibutuhkan beberapa perlengkapan, seperti kabel penghubung video dan audio, remote control, dan kabel penghubung RF dan TV.
i.        TV Instruksional
Berdasarkan kegunaannya, program pembelajaran melalui televisi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu berfungsi sebagai media pelengkap dan sebagai media pengayaan. Sedangkan berdasarkan penyajiaannya, juga terdapat beberapa model, diantaranya:
1.      Model penyajian yang hanya memindahkan proses pembelajaran tatap muka di  kelas atau laboratorium ke dalam program TV.
2.      Model penyajian yang digunakan untuk melengkapi suatu kegiatan proses pembelajaran di kelas. Model penyajian ini diperlukan karena kegiatan ini tidak mungkin dilakukan di dalam kelas. Selain itu, jika dilakukan di kelas akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi, waktu yang lama, serta beresiko timbulnya bahaya yang tidak diinginkan.
3.      Model penyajian yang digunakan untuk pengayaan. Model ini biasanya tidak berkaitan secara langsung dengan silabus atau kurikulum, tetapi diharapkan materi penayaan ini mempunyai kaitan deangan suatu materi yang adadalam kurikulum, misalnya hasil IPTEK yang perlu diketahui dan dibutuhkan masyarakat.
4.      Model penyajian yang digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh secara interaktif. Model ini membutuhkan biaya yang jauh lebih besar daripada ketiga model sebelumnya, karena dalam model ini antara peserta didik dan guru atau tutor dapat berdialog langsung untuk menanyakan masalah-masalah yang belum jelas tentang materi yang disajikan dalam program TV instruksional tersebut.
j.        Internet
Media ini memberikan perubahan yang besar pada cara orang berinteraksi, bereksperimen, dan berkomunikasi. Berdasarkan karakteristik tersebu, internet sangat cocok untuk kelas jarak jauh, dimana siswa dan guru masing-masing berada di tempat berbeda, tetapi tetap dapat berkomunikasi dan berinteraksi seperti layaknya di kelas.
Untuk mengoperasikannya dibutuhkan komputer, modem, Internet Service Provider (ISP) dan saluran telepon. Dalam proses pembelajaran komputer, internet dapat berperan sebagai manajer dalam pembelajaran atau “computer manage instruction” (CMI) dan dapat pula berperan sebagai alat bantu tambahan dalam belajar atau Computer Assisted Instruction (CAI).


2 komentar: